Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalam Jaringan Cahaya

fajriology.com - cerita foto Dalam jaringan cahaya. Anak-anak jaman sekarang semakin akrab dengan gadget, bahkan bisa jadi kencanduan. Fajri Hidayat.

Dalam Jaringan Cahaya. (Fajri Hidayat/FAJRIOLOGY)

Anak-anak jaman sekarang semakin akrab dengan gadget, bahkan bisa jadi kencanduan.

Saya rasa memang sudah masanya, anak-anak kita tak bisa jauh dari teknologi. Mereka lahir di abad yang hampir semua kebutuhan manusia disentuh teknologi mutakhir. Mulai dari informasi, permainan, perbelanjaan, pembelajaran, sampai kepada transportasi. Bahkan, semuanya sekarang tersedia dalam wadah yang sangat dekat dengan kita, yaitu gadget atau smartphone (telepon selular cerdas).

Menjauhkan anak-anak dari ponsel, saat ini sama saja berupaya membuat jarak antara mereka dengan peradaban. Sekuat apa pun kita berusaha membuat jarak, waktu dan lingkungan juga yang kemudian segera mendekatkan mereka kembali. Lagipula, anak-anak sekarang terbukti lebih cerdas dibanding kita jaman dulu. Mereka selalu punya cara, yang tak kita pikirkan, untuk kembali dekat dengan kawan mereka (teknologi) itu. Jadi, tak mungkin itu dilakukan.

Sebagai orang tua, tugas kita tentu bukan membuat 'kebijakan' yang berakibat mereka buta teknologi sama sekali. Kita bisa mengupayakan agar teknologi yang dibawa (oleh ponsel) ke rumah, tidak berdampak terlalu buruk kepada anak-anak. Syukur-syukur bisa berdampak positif, misalnya makin rajin belajar, lebih responsif terhadap informasi, dan sebagainya.

Kita bisa membuat jadwal dan memilah-milah apa yang mereka saksikan atau mainkan di ponsel. Kalau memungkinkan, kita bimbing mereka menggunakan ponsel secara bijak, dengan cara memberi informasi terkait apa yang sedang mereka nikmati itu. Tapi, untuk ini kita juga jangan sampai tertinggal jauh dari mereka, agar nanti tidak ditertawakan karena menyampaikan penjelasan atau data yang salah. Artinya, kita seharusnya juga tahu informasi tentang mainan mereka.

Foto di postingan ini bercerita tentang gambaran kondisi sebagaimana diuraikan di atas. Lihatlah kembali, itu adalah foto Fatah, anak laki-laki saya yang masih berusia 3 tahun. Betapa asyik dan seriusnya dia menikmati layar ponsel sambil berbaring. Di bawah cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah, dia menemukan posisi enak dalam bercengkerama dengan aplikasi yang terhubung dengan jaringan internet itu.

Saya tidak melarangnya menggunakan ponsel milik saya. Bahkan, saya izinkan dia mengunduh sejumlah aplikasi game yang saya sendiri tidak tahu dia dapat informasi dari mana. Tapi, kami di rumah sepakat, anak-anak boleh menggunakan ponsel di siang hari. Itupun hanya dua atau tiga jam. Selebihnya, saya lebih suka melihat dia menangis, dibanding menyaksikan matanya merah dan perih, serta otaknya terganggu, karena terlalu lama berinteraksi dengan cahaya di layar ponsel.

Hasilnya, sejauh ini berhasil. Malam-malam, tanpa aktivitas dengan ponsel, anak-anak saya dapat memiliki pilihan lain dalam bermain. Tentu saja, saya harus menyiapkan diri pula untuk menjadi teman mereka, sebagai pengganti ponsel.

Informasi Foto:

Shutter speed: 1/125

Aperture: f/2

ISO: 200

Flash: Tidak dihidupkan

Focal lenghth: 50mm

 

Difoto tanggal 12 April 2020

© 2020 Fajri Hidayat. All rights reserved.

 





Berlangganan via Email