Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengirim Foto ke Situs Microstock

Fajriology.com - cara mengirim foto ke situs microstock shutterstock
www.shutterstock.com


Setelah mendaftar ke salah satu situs microstock terbesar sekaligus paling terkenal di dunia, yaitu Shutterstock, maka anda tentu akan mencoba memulai mengirim foto. Bila belum, silahkan klik di sini untuk mendaftar sebagai kontributor.

Setidaknya, di tahap awal ini, anda akan menguji kualitas foto-foto anda yang selama ini tersimpan di memori ponsel atau hard disk laptop.

1. Menyiapkan Foto yang Akan Dikirim

Anda bisa memulainya dengan menyeleksi 10 foto saja terlebih dahulu. Sepuluh foto terbaik yang anda miliki. Sediakan sebuah folder khusus, untuk memudahkan anda mencarinya saat mengirim.

Perhatikan contoh di bawah ini. Saya menyiapkan 10 foto dalam sebuah folder berjudul 'rencana upload'.

fajriology-Menyiapkan-Foto-yang-Akan-Dikirim
Menyiapkan folder khusus


Persiapan ini bisa disertai dengan melakukan editing foto terlebih dahulu, bisa pula tidak. Ini tergantung kualitas foto yang anda miliki.

Dalam persiapan foto ini, saya menyarankan anda untuk mengganti nama masing-masing file foto sesuai dengan gambarnya. Penamaan ini harusnya dalam bahasa Inggris, karena ini nanti akan berkaitan dengan keyword di mesin pencari.

Misalnya foto anda berisi gambar sebuah laptop Macbook yang sedang berada di atas meja, maka anda bisa membuat nama filenya menjadi: Macbook on wooden table, macbook on table, atau macbook saja. Intinya, sesuaikan nama file dengan gambarnya.

fajriology.com - mengganti nama masing-masing file foto sesuai dengan gambarnyamengganti nama masing-masing file foto sesuai dengan gambarnya
Mengganti nama file

Dengan memilih 10 foto yang paling anda yakini kualitasnya, anda akan segera dapat belajar dari hasil review tim Shutterstock.

Anda tentu ingin mengetahui sejauh mana foto-foto itu diperhatikan dan dibutuhkan oleh orang lain, terutama di industri microstock. Perlu diketahui bahwa tim peniliai (reviewer) Shutterstock adalah sekumpulan fotografer profesional berkelas internasional.

Dibantu mesin atau aplikasi fotografi yang terbilang canggih, mereka akan dengan mudah dan tegas menyimpulkan dua hal: Foto anda diterima (approved) atau ditolak (not approved).

2. Masuk ke Halaman Submit Shutterstock

Buka halaman submit Shutterstock yang beralamat di: https://submit.shutterstock.com/ di laptop atau ponsel anda. Khusus untuk ponsel Android, selain melalui alamat situs itu, anda juga dapat mengirim foto via aplikasi Shutterstock Contributor.

Tampilan awal setelah alamat URL itu anda tuju sama seperti saat anda mendaftar jadi kontributor. Di sana, arahkan kursor ke kanan atas, lalu tekan tombol 'Log in', sebagaimana tampak di bawah ini.

Fajriology.com - Cara mengirim foto ke situs microstock. Setelah mendaftar ke salah satu situs microstock terbesar sekaligus paling terkenal di dunia, yaitu Shutterstock, maka anda tentu akan mencoba memulai mengirim foto
submit.shutterstock.com

Setelah itu anda akan tiba di halaman Sign in sebagaimana tampilan di bawah ini. Silahkan isi email dan password yang sebelumnya telah anda daftarkan sebagai akun kontributor.

Fajriology.com - Sign in Shutterstock Contributor. Silahkan isi email yang sebelumnya telah anda daftarkan sebagai akun kontributor.
submit.shutterstock.com

Bila email dan password anda benar, setelah menekan tombol Sign in, anda akan berada di dashboard khusus untuk anda. Ya, sebagai kontributor, anda memang mendapatkan ruang tersendiri di situs itu. Segala aktivitas anda sebagai kontributor akan tercatat di sini.

Fajriology.com - Cara mengirim foto ke situs microstock. setelah menekan tombol Sign in, anda akan berada di dashboard khusus untuk anda
submit.shutterstock.com

Anda bisa mengunjunginya kapan saja anda butuh. Mungkin anda ingin melihat berapa jumlah foto yang telah anda kirimkan, berapa yang diterima dan berapa yang ditolak. Atau anda ingin mengetahui penghasilan, baik total maupun bulan-bulan tertentu.

Di sana juga tersedia informasi tentang penjualan foto anda. Maksudnya, dari negara mana saja orang membeli foto anda, atau foto anda yang mana yang paling banyak terjual, dan informasi lain seputar keikutsertaan anda sebagai kontributor.

Hal-hal lain terkait dengan halaman dashboard tersebut, nanti akan mudah anda pelajari sendiri seiring berjalannya waktu.

Bila anda benar-benar tertarik dan bersemangat dalam bisnis ini, tentu anda akan sering berinteraksi dengan situs Shutterstock ini. Anda akan terpancing sendiri untuk belajar.

Sekarang anda fokus saja untuk mengirim foto, sebagaimana target di awal tadi.

3. Membuka Halaman Pengiriman

Untuk mulai mengirim foto, klik tombol berwarna merah yang bertuliskan 'Upload images' di bagian kiri atas.

Sebab anda baru pertama kali mengirim foto, maka akan muncul pop-up pemberitahuan berjudul 'We can't wait to see your best work' (Kami tidak sabar menunggu karya terbaik anda).

Fajriology.com - Cara Mengirim Foto ke Situs Microstock. Sebab anda baru pertama kali mengirim foto, maka akan muncul pop-up pemberitahuan berjudul 'We can't wait to see your best work'
submit.shutterstock.com

Pemberitahuan tersebut berisi persyaratan utama foto yang dapat diterima dan ditolak di Shutterstock. Di antaranya yang paling penting adalah: ukuran foto minimal 4 megapixels, harus fokus, tidak ada noise, dan tidak melanggar hak paten atau merek dagang orang lain.

Selebihnya, boleh anda mempelajari lebih lanjut satu per satu lebih rinci. Namun, itu juga bisa anda lakukan sambil jalan nanti.

4. Memilih Foto yang Akan Dikirim

Jika anda memutuskan untuk mulai meng-upload, maka tekanlah tombol 'Got it!'. Maka akan tampil halaman pemilihan gambar seperti di bawah ini.

Fajriology.com - Cara mengirim foto ke situs microstock. halaman Upload images kontributor shutterstock
submit.shutterstock.com
 

Tekanlah tombol 'Select multiple files', yang akan mengarahkan anda ke folder tempat anda menyimpan foto-foto yang telah Anda siapkan tadi.

Seperti contoh di atas, maka kita akan memilih seluruh foto yang sudah disiapkan dalam folder 'rencana upload'. Seleksilah seluruh foto tersebut, lalu klik  tombol 'open' atau 'buka'.

Fajriology.com - Seleksilah seluruh foto tersebut, lalu klik  tombol 'open' atau 'buka'
Menyeleksi foto yang akan dikirim
 

Setelah itu aplikasi akan langsung memproses pengiriman foto. Tunggulah sampai proses ini selesai 100%, yaitu hingga tombol 'next' di bagian kiri bawah bisa diklik.

Fajriology.com - aplikasi shutterstock sedang memproses pengiriman foto
submit.shutterstock.com

Bila proses pengiriman telah selesai, maka web shutterstock akan memunculkan tampilan seperti di bawah ini. Selanjutnya, klik tombol 'next'.

Fajriology.com - proses pengiriman foto telah selesai oleh shutterstock
submit.shutterstock.com


 5. Melengkapi Metadata Foto

Tindakan terakhir yang harus anda lakukan sebelum file-file foto benar-benar terkirim ke reviewer Shutterstock untuk diseleksi adalah melengkapi metadata foto. Secara sederhana, metadata yaitu keterangan yang tertanam dalam file foto agar bisa ditemukan oleh orang maupun mesin pencari.

Dalam microstock, ada 5 jenis keterangan yang perlu anda lengkapi, yaitu tipe gambar (image type), cara pemakaian (usage), kategori (category), deskripsi (description), dan kata kunci (keyword).

fajriology.com - 5 jenis keterangan yang perlu anda lengkapi, yaitu tipe gambar (image type), cara pemakaian (usage), kategori (category), deskripsi (description), dan kata kunci (keyword).
Mengisi metadata (submit.shutterstock.com)
 

Ini adalah bagian paling penting dari seluruh prosedur yang telah anda lakukan sebelumnya. Perhatikan penjelasan saya di bawah ini.

Perlu anda ketahui bahwa situs microstcok sekelas Shutterstock, saat ini sudah memiliki lebih dari 300 juta foto. Artinya, foto anda akan bersaing dengan jutaan foto tersebut secara bebas, tanpa memandang siapa fotografernya.

Untuk memenangi persaingan, usaha pertama yang anda lakukan adalah memastikan foto anda ditemukan oleh calon konsumen. Foto anda tentu tidak akan pernah terjual, bila tidak ditemukan oleh orang.

Ini tentu sebuah pekerjaan berat yang sulit dibayangkan, seperti melempar sebutir pasir ke dalam lautan pasir. Bagaimana mungkin sebutir pasir itu akan ditemukan oleh calon pembeli. Jawabnya: pasti mungkin, buktinya jutaan foto termasuk foto-foto saya sudah dibeli oleh orang di seluruh dunia. Artinya, tentu saja sebelum membeli, mereka telah menemukannya, merasa cocok, dan mengunduhnya. Mereka mencari foto yang mereka perlukan dengan mengetikkan salah satu dari metadata yang ada dalam foto.

Misalnya, ada perusahaan media butuh foto laptop macbook. Maka mereka mereka akan mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan macbook atau laptop. Selain itu banyak juga yang langsung mencari foto berdasarkan kategori, judul, ataupun cara pemakaian. Tidak jarang pula mereka memadukan beberapa metadata sekaligus di kolom pencarian untuk mencari foto yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Oleh sebab itu, agar foto anda ditemukan orang atau mesin pencari, maka metadata harus anda isi dengan hal-hal yang benar-benar sesuai dengan isi gambar dalam foto anda.

Ini yang membuat saya mengatakan bahwa proses terakhir ini adalah yang paling penting anda perhatikan.


Berikut Penjelasannya:

a. Tipe gambar (Image type)

Di microstock hanya dikenal dengan dua tipe gambar, yaitu photo dan illustration. Sebab pembahasan kita adalah foto, maka tipe gambar yang harus anda pilih adalah 'photo'. Namun, bagi anda yang berminat menjual illustrasi (semacam kartun, logo, ataupun gambar dalam bentuk vector) maka anda dapat memilih 'illustration'.

b. Cara penggunaan (Usage)

Yang dimaksud dengan cara penggunaan (usage) adalah untuk apa foto itu digunakan oleh konsumen. Ada dua jenis cara penggunaan yaitu komersial (commercial), dan editorial.

Foto komersial

Foto komersial digunakan untuk kepentingan bisnis seperti iklan. Persyaratan utama dari foto komersial adalah tidak adanya hak paten, merek dagang dalam foto tersebut.

Bila terdapat gambar orang dalam foto yang ditujukan untuk penggunaan komersial, maka foto yang dikirimkan harus melampirkan surat keterangan yang disebut dengan model release. Surat ini ditandatangani oleh fotografer dan model/orang tua model. Ini sebagai keterangan bahwa foto tersebut dapat digunakan oleh konsumen untuk kepentingan komersial.

Model release ini terbagi dua, yaitu untuk model dewasa (adult model release) dan model di bawah umur/18 tahun ke bawah (minor model release).

Model release untuk dewasa ditandatangani oleh model bersangkutan, sementara model release di bawah umur ditandatangani oleh wali atau orang tua dari model.

Selain model realese, dalam microstock juga terdapat surat keterangan lainnya yaitu keterangan properti (property release). Ini digunakan jika kita memotret bangunan, tempat, karya seni atau hal lain yang bukan milik umum. Misalnya rumah pribadi, gedung, lukisan yang pada dasarnya tidak dapat difoto tanpa seizin dari pemiliknya. Property release ini ditandatangani oleh pemilik properti bersangkutan.

Formulir surat keterangan atau release sebagaimana dijelaskan di atas dapat diunduh di situs shutterstock. Setelah diunduh, anda harus mem-print lembaran release itu untuk mengisi data dan menandatanganinya secara manual.

Namun, sejak awal September ini, Shutterstock meluncurkan format digital untuk model release dan property release. Artinya, anda tidak perlu lagi mem-print dan mengisinya secara manual. Semua dapat dilakukan secara digital melalui email.

Foto editorial

Bila anda sering membaca blog atau website media online, maka anda akan segera paham tentang apa yang dimaksud foto editorial. Ya, foto yang terdapat di dalam setiap postingan artikel atau berita itulah yang dimaksud.

Cobalah buka salah satu media online terkenal seperti Kompas.com, Detik.com, atau Liputan6.com, atau pun situs-situs di luar negeri seperti Washington Post, New York Times, dan banyak lagi lainnya. Maka di setiap postingannya anda akan menemukan satu atau beberapa foto sebagai pelengkap atau pemanis tulisan atau berita yang mereka posting. Foto itu bisa berasal dari wartawan mereka sendiri, atau berasal dari stock photo seperti Shutterstock.

Fajriology.com - foto editorial yaitu foto yang terdapat di dalam setiap postingan artikel atau berita
Contoh foto editorial (sport.detik.com)


Untuk foto-foto yang hanya bisa digunakan untuk editorial/berita (Editorial only), maka anda tidak perlu melampirkan model release atau property release. Anda bisa mengirim foto apa saja, baik ada orang ataupun bangunan milik orang lain. Bahkan yang ada merek dagangnya pun bisa anda kirimkan.

Misalnya, anda bermaksud mengirimkan foto laptop macbook yang tentu saja terdapat logo perusahaan pembuatnya yaitu Apple di foto tersebut. Foto itu jelas tidak bisa anda kirimkan untuk foto komersial, karena anda bukanlah pemilik logo Apple.

Namun foto itu tetap bisa anda kirimkan dengan memilih cara penggunakan editorial (editorial only). Artinya, konsumen yang nanti membeli foto tersebut hanya bisa menggunakannya untuk kepentingan editorial, misalnya untuk tulisan tentang teknologi, pendidikan, tutorial ataupun artikel yang mengulas tentang Apple atau macbook.

c. Deskripsi (Description)

Deskripsi diperlukan untuk memberitahu konsumen tentang gambar apa yang terdapat dalam foto yang anda kirimkan. Keterangan foto ini berisi satu atau dua kalimat berbahasa Inggris minimal 5 kata, dan maksimal 200 karakter.

Saya menyarankan anda agar menulis deskripsi dengan rinci. Bila anda tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris yang anda miliki ataupun tidak bisa bahasa Inggris sama sekali, maka anda dapat menggunakan Google Translate.

Ada dua bentuk deskripsi yang dapat anda terapkan dalam foto anda, tergantung cara penggunaannya.

Bila digunakan untuk komersial anda bisa menuliskannya tanpa keterangan lokasi dan tanggal foto. Misalnya anda menuliskan deskripsi untuk foto seprai hotel berwarna putih yang acak-acakan, maka anda dapat menulisnya sebagai berikut:

Clean, wrinkled white sheets texture. Hotel or apartment bed linen in the morning. (Tekstur seprai putih bersih ddan kusut. Seprai hotel atau apartemen di pagi hari).

Fajriology.com - contoh deskripsi foto komersial
Shutterstock.com

Untuk foto editorial, dalam deskripnya anda harus mencantumkan lokasi pemotretan (Kota/provisi dan Negara) serta tanggal sebelum menuliskan keterangan yang lengkap.

Misalnya untuk foto yang berisi gambar laptop Macbook di atas meja yang dipotret di Bandar Lampung tanggal 27 Agustus 2020, maka anda dapat menulisnya dengan format sebagai berikut:

Bandar Lampung, Indonesia - August 27, 2020: Macbook laptop on a natural textured wood table. A portable computer-based modern work concept. (Bandar Lampung, Indonesia: 27 Agustus 2020: Sebuah laptop macbook di atas meja kayu bertekstur natural. Konsep kerja modern berbasis komputer portable.

Fajriology.com - contoh deskripsi foto editorial only
Shutterstock.com


d. Kategori (Category)

Ada 26 pilihan ketegori yang disediakan oleh Shutterstock, di antaranya: Backgrounds/Textures, Education, Industrial, Interiors, Parks/Outdoor, People, Technology, dan lain sebagainya. Anda harus memilih satu kategori untuk masing-masing foto, dan bisa ditambahkan satu lagi sebagai opsional.

Misalnya, untuk foto laptop Macbook seperti di atas tadi, anda dapat memilih ketegori Technology. Sementara untuk gambar seprai kusut tadi anda dapat memasukkan ke kategori Interiors.


e. Kata kunci (Keywords)

Bila anda terbiasa mengakses internet, anda tentu familiar dengan istilah kata kunci (keyword). Sebagaimana umumnya, dalam microstock, keyword juga digunakan untuk memudahkan foto yang anda unggah ditemukan oleh mesin pencari.

Sebagaimana telah saya sampaikan di atas, karena dalam situs Shutterstock sudah terdapat ratusan juta foto, maka anda perlu merancang daftar keyword yang tepat agar foto anda ditemukan oleh calon konsumen.

Penentuan keyword ini sangat penting anda perhatikan. Keyword yang tepat, akan membawa calon konsumen menuju foto yang benar-benar mereka inginkan.

Misalnya untuk foto laptop macbook di atas, anda dapat mencantumkan keyword: laptop, macbook, mac, apple, modern, laptop on table, pro, computer, dan lain sebagainya.

Shutterstock membatasi jumlah keyword sebanyak 50 kata atau frasa, dan minimal 7.

Dalam postingan lain, saya akan menguraikan lebih rinci tentang keyword ini. Sebagai pemula, anda bisa memanfaatkan sejumlah keyword yang direkomendasikan shutterstock yang selalu ada saat anda akan mengirim foto.

Setelah lima langkah di atas anda lakukan dengan benar, maka langkah selanjutnya adalah mengirimkannya dengan cara menekan tombol 'Submit'.

Selanjutnya, jika pengiriman berhasil, maka foto akan dinilai kelayakannya oleh tim reviewer Shutterstock. Waktu me-review ini berkisar dari 1 menit hingga 5 hari, tergantung intensitas pengiriman foto pada saat anda mengirimkan.

Demikianlah cara mengirim foto ke salah satu situs microstock. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Tetaplah semangat, dan jangan putus asa. Jangan pula menghitung-hitung rezeki. Tugas kita hanya berusaha, terjual atau tidak terjual mari kita kembalikan kepada Allah SWT. Bukankah rezeki, jodoh, dan maut adalah urusan mutlak Sang Pencipta alam ini. Selamat mencoba!




 


 

 


Berlangganan via Email