Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjual Foto Online ke Seluruh Dunia

Pengenalan Bisnis Microstock bagi Pemula

Fajriology.com - Pengenalan bisnis microstock bagi pemula. Cara menjual foto online di situs microstock shutterstock

Apa anda suka memotret dengan kamera ponsel, DSLR, atau mirrorless?

Saya ingin memberi tahu, bahwa anda bisa menjual foto-foto tersebut secara online ke seluruh dunia.

Ya, ke seluruh negara yang ada di bumi ini. Jika di negara itu ada jaringan internet, maka foto-foto anda berpotensi akan dapat dijual ke sana, ke manapun.

Tentu ini lebih menguntungkan dibanding foto-foto itu hanya anda pamerkan di media sosial semacam Facebook, Twitter dan Instagram. Atau hanya menumpuk di memori ponsel dan hard disk laptop anda.

Saya sudah membuktikan, ini adalah kerja sampingan yang menyenangkan. Ada uangnya, Dollar (USD) pula.

Apalagi bila anda punya waktu luang yang cukup banyak, misalnya di jaman pandemi COVID-19 ini, yang memaksa anda sering berada di dalam rumah. Anda tentu butuh kegiatan yang tidak sekedar untuk menghabiskan waktu.

Waktu luang itu tetap bisa anda manfaatkan untuk memotret apa saja yang anda suka dengan kamera ponsel, kamera saku, DSLR, atau pun mirrorless. Misalnya sepatu, kucing, tanaman, piring, makanan, baju, dinding rumah, perabot, dan benda lainnya yang dekat dengan anda di rumah. Bahkan bayangan anda sendiri pun bisa jadi inspirasi.

Di samping foto-foto itu tetap bisa anda pajang di media sosial, seperti yang selama ini anda lakukan, dengan menjualnya secara online, tentu akan lebih bermanfaat, sebab ada penghasilan tambahan.

Caranya sangat mudah. Namun sebelum saya bagi infonya, sebaiknya anda baca sekilas pengalaman saya berikut:

Foto-Foto Saya Sudah Keliling Dunia

Fajriology.com - Foto-foto saya sudah keliling dunia. Sejak Agustus 2019, ratusan foto saya sudah berkelana alias terjual ke berbagai belahan dunia.Sejak Agustus 2019, ratusan foto saya sudah berkelana alias terjual ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brazil, Columbia, Rusia, Costarica, Rumania, Swedia, Turki, Inggris, Belanda, Italia, Perancis, Mesir, Afrika Selatan, Australia, hingga Selandia Baru.

Selain itu, sebagiannya juga sudah dibeli oleh orang-orang atau perusahaan di kawasan Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Brunei Darussalam, Philiphina, Pakistan, Thailand, China, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Korea Selatan dan sejumlah negara lainnya.

Nah, menarik, bukan?

Berawal dari Ajakan Teman

Semua berawal dari ajakan seorang sahabat sekaligus rekan kerja saya, yaitu Zelfeni Wimra. Dia yang memperkenalkan saya tentang situs microstock, yang memungkinkan kita menjual karya foto ke seluruh dunia.

fajriology.com - logo microstock, cara menjual foto online ke seluruh dunia

Saat itu, dia perlihatkan kepada saya bahwa dia telah menjadi kontributor di Shutterstock, sebuah agen microstock besar dan terkemuka di dunia yang berkantor di kota New York, Amerika Serikat. Pertama kali mengetahui hal itu, saya langsung tertarik dan langsung bergabung.

Sebab memang dari dulu punya hobi di bidang fotografi, menjadi kontributor Shutterstock membuat saya bersemangat. Di samping bisa menyalurkan kesenangan memotret, saya juga bisa menghasilkan uang di bisnis ini.

Bila anda juga tertarik, mendaftarlah secara gratis di sini terlebih dahulu, yaitu di situs shutterstock.com. Nanti, bila makin tertarik, anda juga bisa mendaftar di banyak situs agen microstock lainnya.

Melihat kenyataan bahwa foto-foto saya ternyata banyak yang lolos seleksi di situs penjual foto terbesar di dunia itu, bahkan banyak pula yang membeli, telah membangkitkan rasa percaya diri saya terhadap kemampuan fotografi yang saya miliki.

Maka, dari hari ke hari saya terus belajar, terus meng-upgrade keterampilan serta penjiwaan saya dalam mengambil dan mengolah foto. Hasilnya, Alhamdulillah, makin ke sini, foto-foto saya makin banyak terjual.

Salah satu yang jadi best seller di portofolio saya adalah foto bertema donasi masker, yang dapat dilihat di postingan berjudul Masker Untukmu. Di artikel itu sedikit saya jelaskan kenapa foto itu laris di Shutterstock.

Salah satu alasan kenapa sebuah foto bisa laris di microstock adalah: ada cerita di dalam foto itu. Cerita yang bisa mewakili sebuah tulisan, rancangan iklan, berita, feature, atau apa pun milik orang lain yang memerlukan gambar untuk ilustrasinya.

Oleh karena itu, dalam blog ini saya juga banyak memajang foto-foto saya yang memiliki kesan cerita yang menurut saya kuat. Semuanya adalah foto-foto saya yang sudah pernah terjual di situs Shutterstock dan beberapa situs lainnya.

Pada masing-masing foto, saya juga memberikan narasi yang berisi apa kira-kira yang diceritakan di dalam foto-foto itu. Ini saya harap bisa jadi tambahan informasi dan pengalaman bagi anda, yang juga tertarik menjual foto.

Microstock sebagai Passive Income

Jika anda memiliki banyak foto yang nganggur atau tersimpan saja di memory handphone atau pun hard disk laptop, maka tidak ada salahnya dikirim ke situs penjual foto  seperti Shutterstock sebagaimana yang saya lakukan.

Ini kemungkinan besar bisa jadi passive income yang menguntungkan bagi anda dalam jangka panjang. Meski persaingannya cukup ketat, tapi pasarnya besar. Bukankah di bidang bisnis apa pun persaingan selalu ada?

Beberapa blog bertema microstock yang pernah saya baca, menyatakan bahwa dalam bisnis ini butuh kerja keras dan konsistensi di tiga tahun pertama. Selama tiga tahun itu, akan banyak pelajaran dari interaksi kita dengan situs microstock.

Pelajaran itu dapat berupa alasan-alasan penolakan foto kita, atau mempelajari mana foto yang sering terjual dan mana yang tidak. Selain itu, pengelola situs (perusahaan microstock) pun secara berkala akan memberikan tips dan trik ke email kita. 

Jika perjuangan panjang itu sukses kita lewati dengan baik, atau tidak menyerah, maka akan ada sekitar 5.000 hingga 7.000 foto kita terpajang di sebuah situs microstock. Dengan catatan, ada 30-50 foto yang di-approve (disetujui) setiap minggu di portofolio kita.

Apalagi kalau kita mendaftar di beberapa situs, tentu jumlahnya akan berlipat. Dalam microstock, foto-foto yang sama bisa dikirim ke situs-situs berbeda, dan itu tidak menyalahi ketentuan.

Setelah itu, bila rezeki anda memang ada di sini, di waktu-waktu selanjutnya bisnis ini telah menjadi sumber passive income yang menguntungkan. Selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, foto-foto anda itu akan berpeluang terus dibeli orang. Bahkan ketika anda tidak lagi konsisten mengirim foto.

Perlu diingat kembali, bahwa satu foto bisa di-download berkali-kali. Dengan kata lain, terjual berkali-kali. Sebagai contoh, salah satu foto saya ada yang telah dibeli oleh lebih dari 75 orang, artinya telah lebih 75 kali di-download.

Dengan begitu, foto-foto anda yang sebelumnya hanya memenuhi ponsel atau laptop akan jadi seperti mesin uang.

Percayalah, ini adalah pekerjaan sampingan yang menyenangkan dan menghasilan uang.

Microstock? Apa Sih Itu?

fajriology.com - Microstock? Apa sih itu? Microstock adalah bisnis penjualan foto melalui agency.

www.shutterstock.com

Bila anda belum mengenal apa itu microstock yang sejak tadi saya sebutkan berulang-ulang, maka anda tinggal mencarinya di mesin pencari seperti Google. Akan banyak defenisi dari penulis lain yang telah lebih dulu berkecimpung dalam penulisan dan fotografi di genre ini.

Namun, bila anda malas mencarinya, maka baiklah, saya jelaskan secara sederhana sebagaimana di bawah ini.

Microstock atau juga dikenal dengan stock photogrphy atau stock photo merupakan sebuah bisnis penjualan foto online oleh agen.

Dengan kalimat yang lebih sederhana, microstock adalah tempat semua orang, yang telah mendaftar jadi kontributor, bisa menjual foto. Disebut 'micro' karena memang harga foto di situs-situs microstock tersebut murah.

Kalau anda tertarik anda bisa langsung coba mendaftar di situs Shutterstock, atau setidaknya mengetahui gambaran bagaimana tampilan situs itu.

Di bisnis ini, tugas kita cuma memotret, mengedit, lalu mengirimkannya. Setelah itu akan ada review dari para ahli yang dimiliki situs microstock tempat kita mendaftar sebagai kontributor itu. Jika lulus review, maka foto kita akan terpajang secara otomatis di situs mereka.

Setelah itu, kita tinggal menunggu pembeli. Biasanya masing-masing agen microstock sudah memiliki pelanggan setia yang banyak, maka kesempatan foto kita terjual semakin besar. Jika foto kita terjual, maka akan diberitahu melalui email, atau aplikasi khusus.

Biasanya yang jadi pelanggan microstock, adalah para blogger profesional, media online, dan perusahaan periklanan.

Agar kesempatan foto terjual lebih besar, kita butuh banyak foto. Artinya, konsistensi dalam memotret dan mengirim foto sangat perlu dijaga. Lebih sering mengirim (submit) foto, akan lebih baik.

Agen stock photo yang tergolong besar antara lain: Shutterstock, Dreamstime, Fotolia (sekarang Adobestock), Getty Image, iStockphoto, 123rf, dan Depositphotos. Selain itu, ada puluhan situs  sejenis lainnya. Dan kita bisa mengirim file-file foto ke seluruh situs-situs agen itu, dengan hak ciptanya tetap atas nama kita.


Satu Foto Bisa Terjual Berkali-kali, Tanpa Batas

Harga foto yang dijual di situs-situs microstock di kisaran $1 hingga $5. Ini biasanya bagi pelanggan tetap atau subscriber. Namun, bagi pelanggan yang membeli 1 foto saja, harganya akan jauh lebih tinggi, bisa mencapai $100 bahkan lebih.

Terkait harga ini, kontributor mendapatkan komisi untuk setiap foto yang terjual. Nilainya mulai dari 15-40 persen. Berdasarkan pengalaman saya, rata-rata komisi untuk satu foto yang terjual adalah $0.10 hingga $1.8. Namun karena beberapa foto terjual dengan harga spesial, saya pernah mendapat komisi $20 hingga $67 untuk satu foto.

Namun perlu dipahami bahwa yang dijual di sini hanya hak pakainya saja, bukan hak milik foto.

Foto itu tetaplah milik kita, dan kita bebas menggunakannya sesuka kita. Apakah juga akan kita jual di situs lain, mau diunggah ke media sosial, atau mau dicetak dan lain sebagainya.

Setiap file foto yang telah dibeli pelanggan, akan tetap ada di portofolio kita di situs microstock. Foto-foto tersebut dapat terus diunduh (baca: dibeli) oleh orang lain tanpa batasan jumlah.

Dalam bisnis microstock, sistem penjualan ini dikenal dengan istilah Royalty Free (bebas royalty). Ini mengacu kepada hak penggunaan foto oleh pelanggan.

Bebas royalty artinya: setelah pelanggan membayar foto sekali di awal, maka mereka berhak menggunakannya untuk kepentingan mereka kapan saja. Mereka tak perlu membayar lagi royalty kepada kita atau pun agen microstock.

Misalnya, sebuah perusahaan biro iklan membeli foto kita dari situs Shutterstock. Foto itu akan dia gunakan sebagai gambar utama dalam sebuah proyek iklan produk A. Karena bebas royalty, maka untuk proyek-proyek iklan untuk produk B, C, D dan seterusnya, perusahaan itu tetap bisa menggunakan gambar kita yang sudah dia bayar tersebut.

Di sisi sebaliknya, meski pelanggan tersebut telah memajang foto kita di sebuah iklan yang besar atau di koran, misalnya, maka tidak berpengaruh kepada hak kita untuk tetap menjualnya kepada orang lain.

Demikian penjelasannya, kenapa satu foto kita bisa dijual dan menghasilkan uang berkali-kali, tanpa ada batasan. Penjelasan lebih rinci terkait hal ini akan saya ulas dalam artikel tentang perbedaan foto Commercial dan Editorial.

Nah, pendapatan komisi berkali-kali inilah yang menjadi sasaran kita. Semakin banyak foto yang kita upload, tentu semakin banyak peluang yang lulus seleksi, dan semakin banyak pula kemungkinan terjual.

Yang pasti, untuk dapat uang dari bisnis ini, kita memang cuma harus rajin mengirim foto, lalu menunggu dan berdoa saja. Tidak butuh promosi, tidak butuh apa pun. Kita hanya menunggu uang datang. 

Biarkan sistem agen microstock itu yang bekerja menjajakan foto kita ke mana-mana. Dan yang paling seru itu, tidak ada senioritas di bisnis ini. Foto  yang laris adalah yang dibutuhkan orang, tidak peduli apakah fotografernya profesional atau amatir.

Dalam blog ini, saya akan jelaskan satu persatu dari awal, bagaimana foto-foto anda yang tadinya hanya memenuhi memory atau harddisk, kini bisa anda suruh mencari Dollar di luar sana, di seluruh dunia, tanpa anda perlu mengikutinya ke sana.

Silahkan memulainya dengan memilih artikel-artikel di bawah ini yang menurut anda paling perlu untuk anda ketahui terlebih dahulu.

Selamat menikmati kebiasaan baru yang menyenangkan ini! Saya doakan anda semua sukses. Amiin.

Cara Mendaftar ke Situs Microstock

Cara Mengirim Foto ke Situs Microstock


Berlangganan via Email